Subsidi BBM Rp500 Triliun Belum Jangkau Kelas Menengah

subsidi BBM kelas menengah, suara dunia nusantara

Subsidi BBM kelas menengah menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kelompok ini belum banyak merasakan manfaat dari anggaran subsidi pemerintah yang mencapai ratusan triliun rupiah.

Subsidi BBM kelas menengah disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai salah satu persoalan yang masih perlu dibenahi. Pernyataan ini disampaikan dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ia memastikan pemerintah tetap mengalokasikan anggaran besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk subsidi bahan bakar minyak.

Rincian Anggaran Subsidi Pemerintah

Berdasarkan data yang disampaikan Purbaya, subsidi BBM yang digelontorkan pemerintah nilainya mencapai lebih dari Rp500 triliun. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp540 triliun untuk subsidi non-BBM.

Subsidi non-BBM tersebut mencakup sektor pendidikan dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Secara faktual, total alokasi anggaran ini tergolong besar dibanding pos subsidi lainnya.

Kelas Menengah Belum Banyak Terbantu

Meski anggaran subsidi tergolong besar, Purbaya mengakui kelompok kelas menengah belum banyak merasakan manfaatnya secara langsung. Ia menyebut hal ini sebagai pertanyaan yang perlu dijawab bersama.

“Jadi subsidi dari pemerintah cukup besar. Pemerintah tidak pernah melupakan masyarakat yang membutuhkan. Cuman kan pertanyaan sekarang, kelas menengah gak dapet, gitu kan?” kata Purbaya.

Kaitan dengan Penurunan Pendapatan

Yang patut dicatat, persoalan ini muncul di tengah penurunan pendapatan yang dialami kelas menengah. Purbaya sebelumnya menyebut kondisi tersebut dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah 5 persen.

Akibatnya, tekanan terhadap sektor industri dan pasar tenaga kerja formal turut membatasi peluang kelas menengah untuk mendapat manfaat dari skema subsidi yang ada saat ini.

Pemerintah pun berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi sebagai solusi jangka panjang, di samping tetap menjalankan program subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Related posts